Rabu, 04 Oktober 2017

Mari Kita #TolakPenyalahgunaanObatIlegal untuk Masa Depan Generasi Bangsa

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) belakangan ini merasa kecolongan dengan maraknya peredaran obat ilegal. Bagaimana bisa terjadi demikian?. Padahal standard berlapis nasional sudah diterapkan dari jaman dahulu dalam peluncuran sebuah obat maupun makanan. 

Badan POM Cinta Indonesia Tolak Penyalahgunaan Obat


Beberapa bulan yang lalu masih jelas teringat dalam hati kita peredaran vaksin palsu. Bagaimana cara peredaran vaksin palsu yang katanya sudah terdaftar dan lolos pengawasan BPOM?. Mungkin kita sebagai khalayak umum tidak tahu menahu bagaimana proses penyeleksian layak tidak layaknya sebuah obat beredar bebas di masyarakat. Kalau kita menelusuri vaksin palsu ini apakah yang akan terjadi pada generasi mendatang dan apa saja penyebabnya pada anak-anak yang sudah imunisasi menggunakan vaksin palsu?. 


Apabila dari sejak dini imunisasinya sudah tercemari ataupun teracuni kenapa BPOM tidak melakukan pengawasan ekstra dalam kasus peredaran obat ilegal?. Vaksin palsu ini sudah terjawab karena produsen mendistribusikan langsung ke rumah sakit yang menerima masyarakat untuk vaksin. Kalau kita perhatikan kejadian melalui vaksin palsu ini kenapa harus meracuni anak-anak kecil yang menjadi calon penerus bangsa. 


Ibu Penny K. Lukito selaku Kepala Badan POM RI

Ibu Penny K. Lukito selaku Kepala Badan POM RI menyampaikan bahwa "Pengawasan peredaran obat yang dilakukan secara rutin oleh BPOM menunjukkan masih banyak ditemukan obat ilegal beredar di masyarakat. Pelanggaran hukum peredaran obat dan makanan merupakan kejahatan kemanusiaan yang menyangkut skala penting yang berdampak langsung pada pertahanan bangsa menyangkut aspek antara lain kesehatan dan jiwa manusia, sosial, kemanusiaan ekonomi produktivitas bangsa dan aspek keamanan dan pertahanan masyarakat. 


Kecendrungan penyalahgunaan obat adalah pintu masuk dari konsumsi narkoba karena penyalahgunaan obat keras dapat harga relatif murah. BPOM sendiri harus menjadi sebagai institusi dan sarana pengawasan obat dan makanan untuk pelayanan masyrakat lebih optimal". BPOM RI akan menjalankan tugas dan fungsinya dengan optimal dalam melakukan pengawasan trend market maupun post market. Kedepan BPOM segera bergulir adanya undang-undang pengawasan obat dan makanan yang dapat menjadi spyring regulasis semakin kokoh melindungi masyarakat. 

Aksi pemberantasan obat ilegal ditandatangani
Komitmen Bersama Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat


Aksi pemberantasan obat ilegal ini ditandatangani Komitmen Bersama Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat oleh 11 pihak perwakilan pemerintah dan elemen masyarakat. Penandatanganan turut dihadiri oleh Kepala Badan POM RI, Menteri Kesehatan RI, Kabareskrim Polri, Deputi bidang Koordinasi Kesehatan Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementrian Dalam Negeri, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ketua GP Farmasi, Generasi Muda dan Anggota Band Slank.


BPOM akan memperkuat sisi pengawasan melalui peningkatakan sumber daya manusia serta infrasturktur pendukung seperti laboratorium dan teknologi informasi dan komunikasi. BPOM akan terus membangun kemitraaan bersama segenap komponen bangsa untuk melindungi masyarakat bangsa Indonesia. BPOM bersifat lintas sektor dan lintas tingkatan pemerintahan. Rencana aksi nasional pencatatan obat ilegal sudah berproses selama lima bulan terakhir dengan melakukan operasi penindakan, penyusunan strategi dan indikator kinerja. 

Bapak Presiden Joko Widodo


Aksi tolak penyalahgunaan obat turut dihadiri Bapak Presiden Joko Widodo. Beliau mengatakan beberapa waktu lalu kita digemparkan dengan tablet berbahaya yaitu pil PCC. Dimana cara pengedarannya sama seperti narkoba yang ditawarkan pertama-tama gratis yang mengakibatkan ketergantungan. Selain pil PCC ada juga yang namanya pil jin yang dibuat untuk berbagai campuran minuman berakibat berbahaya. Obat ilegal adalah akses pintu menuju narkoba. Bagaimana tidak menggemparkan setelah memakan beberapa korban yang ditemukan pertama sekali di Kendari. Jatuhnya korban dikalangan anak muda karena mengkonsumsi tablet PCC dan pil jin. 


Obat ilegal tidak bisa kita anggap enteng potensi penyalahgunaan penyalahgunaan obat PCC berpotensi masalah besar yang mengancam masa depan generasi penerus bangsa dan harus menjadi konsentrasi perhatian bersama. Semua instansi akan lebih tegas terhadap pengedar dan penyalahgunaan obat ilegal. Bareskrim melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah, melakukan razia-razia dan memeriksa toko-toko obat. Bareskrim akan melakukan hukuman penjara maksimal bagi pengedar dan pengguna obat ilegal. Seperti kata Bimbim salah satu personil Band Slank mengatakan hukuman maksimal buat pengedar dan penyalahguna obat ilegal adalah DOR (tembak mati). Supaya tidak terulang kembali kejadian tersebut dan pelaku menghentikan aksinya.  

Bapak Presiden Joko Widodo dan Bareskrim Kepolisian

Bapak Presiden Joko Widodo dan Bimbim Slank



Melalui aksi nasional tolak penyalahgunaan obat ilegal dan berantas obat ilegal mari kita bersama-sama memberantas peredaran dan penyalahgunaan obat ilegal demi masa depan bangsa generasi penerus bangsa. Sebelum mengkonsumsi sebuah obat cari tahu terlebih dahulu kegunaan obat dan bisa ditanyakan ke apotik terdekat. Karena kita sebagai masyarakat awam tidak terlalu banyak mengetahui jenis-jenis obat ilegal. Maka dari itu kita perlu pembelajaran workshop tentang obat ilegal ciri-ciri dan apa saja efeknya. Mudah-mudahan BPOM dan Pemerintah memberikan fasilitasi dan peranan seluas-luasnya untuk edukasi pemberantasan obat ilegal.

Tolak Penyalahgunaan Obat Ilegal

#AksiNasional
#TolakPenyalahgunaanObat
#BerantasObatIlegal
Posting Komentar

Obat ARV Tuntaskan HIV AIDS Dan Menjadi Harapan Baru Bagi ODHA

“Saya seorang ibu rumah tangga memiliki anak dan suami. Saya adalah Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) yang sudah 15  tahun bergelut di dunia ob...