Selasa, 11 September 2018

Ekonomi Global Pemerintah Kendalikan Rupiah Melalui Kebijakan Bertajuk "Bersatu Untuk Rupiah"


Perubahan ekonomi global sangat berdampak pada negara kita Indonesia. Banyak sekali ibu-ibu menampik masalah ini "Bawa uang segepok ke pasar rasanya tidak cukup padahal kebutuhan keluarga sehari-hari harus dipenuhi, rupiah anjlok karena dolar melambung tinggi apa-apa serba mahal". Belakangan sering terdengar masyarakat mengeluh sana-sini.


Bersatu Untuk Rupiah
Bersatu Untuk Rupiah

Benar adanya sebagian besar penduduk Indonesia berstatus ekonomi menengah ke bawah. Kenaikan rate dolar memang masalah besar bagi masyarakat. Terutama anjloknya nilai rupiah yang membuat ekonomi global dilihat semakin menggejolak. Dikalangan ibu-ibu memang tidak tahu betul perhitungan kenaikan dolar, yang pasti mendekati Rp. 15.000 per dolar Amerika. Kalaupun naik turun paling sedikit selisihnya.


Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang dagang antara Amerika-China, Amerika-Eropa, serta Turki ditambah pula dengan kebijakan proteksionisme yang dilakukan oleh Amerika dan naiknya suku bunga The Fed sudah menyebabkan gelombang tekanan kuat yang berdampak pada depresiasi mata uang di berbagai negara berkembang (emerging market) seperti Indonesia, Turki, Venezuela, Brazil, Argentina, Meksiko Iran, dan Rusia.


Senin 10 September 2018 Forum Merdeka Barat 9 di Ruang Serbaguna Menkominfo mengadakan diskusi bertajuk "Bersatu Untuk Rupiah" yang mendatangkan narasumber dari berbagai Lembaga Pemerintahan, Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir, Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan Sekar Putih Djarot, Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kemenkeu RI Robert Leonard Marbun dan Direktur Eksekutif Departemen Internasional Bank Indonesia Doddy Zulverdy.​

Bersatu Untuk Rupiah
Moderator FMB9, Iskandar Simorangkir, Sekar Putih Djarot, Doddy Zulverdy
dan Robert Leonard Marbun (kiri-kanan)

Tentu pemerintah tidak memandang sebelah mata akan masalah ini segala daya dan upaya pun akan dilakukan untuk menenangkan masyarakat. Terutama mengendalikan rupiah kita sampai ke titik normal. Yang paling utama saat ini kita harus tetap mendukung apapun kebijakan terbaik bagi negara. Tidak perlu bersungut-sungut biarkan pemerintah yang turun tangan


Bapak Iskandar Simorangkir dengan menjabarkan informasi serta data yang menyatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini sebenarnya cukup aman. Beliau mengatakan cukup rasional apabila pertumbuhan ekonomi sedang tinggi maka nilai impor kita juga tinggi dan itu wajar, cuma dikarenakan ada faktor global terjadilah kondisi rupiah saat ini.


Penjabaran tersebut dibuktikan dengan data yang membandingkan kondisi ekonomi Indonesia dan beberapa negara berkembang yang mengalami depresiasi mata uang seperti Argentina, Venezuela, dan Turki. Bapak Iskandar mengatakan bahwa masyarakat kita terlalu konsumtif terhadap informasi tidak valid. Terutama para awak media menyajikan informasi yang membuat panik dan sangat diharapkan agar memaparkan data yang meyakinkan masyarakat bahwa Indonesia masih mempunyai fundamental yang masih solid.


Kebijakan yang ditetapkan pemerintah tentu tidak akan membuat masyarakat dan pasar resah. Bagaimanapun Indonesia tetap membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas. Apalagi di dalam ketidakpastian global ekonomi tentu pemerintah tidak sembarangan mengeluarkan kebijakan yang mengakibatkan investor khawatir pada perdagangan negara kita.


Pemerintah telah mengurangi tekanan Defisit Transaksi Berjalan dengan mendorong aliran modal masuk (capital inflow), salah satunya melalui Bank Indonesia dengan memberikan fasilitas swap atau lindung nilai bagi pelaku usaha baik eksportir maupun importir. Selain itu, Bank Indonesia tengah menyiapkan mekanisme untuk mendorong konversi DHE (Dana Hasil Ekspor).

Bersatu Untuk Rupiah


Tentu situasi ini memang betul disebabkan oleh ekonomi dunia yang bertumbuhnya berat sebelah. Bapak Doddy Zulverdy menyampaikan beberapa tindakan yang sudah dilakukan oleh Bank Indonesia dalam menangani situasi ekonomi seperti sekarang. Ada 3 tindakan yang sudah dilakukan Bank Indonesia sebagai Bank Central, Pertama yaitu adanya intervensi ganda di pasar valas. Bank Indonesia juga telah menghimbau pada korporasi yang memiliki stok valas besar supaya segera menjualnya ke pasar. Kedua yaitu kenaikan suku bunga sudah dilakukan sebanyak lima kali oleh Bank Indonesia sejak Mei dan mencapai 5,5 persen. Ketiga adalah adanya pengelolaan dalam lalu lintas modal.

Bapak Robert Leonard Marbun memaparkan tindakan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah seperti penjelasan detail terhadap PPh impor yang dinaikan oleh pemerintah agar dapat memperkecil nilai impor. Beliau menyampaikan bahwa pemerintah terus berkomitmen terhadap pembangunan yang berkualitas dan berkesinambungan seperti peningkatan daya saing dan produktifitas ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas.


Tidak hanya itu, secara bersama-sama kemenkeu bersinergi dengan OJK, BI, Kemennko Pereknomian mengendalikan, menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar. Dengan demikian dapat berupaya mengurangi dampak negatif dari faktor eksternal. Intinya, bagaimana ekonomi Indonesia bisa bertumbuh lebih kuat.


Semua pemaparan pun saling berkesinambungan seperti yang disampaikan oleh Sekar Putih Djarot bahwa pemerintah berkomitmen dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan OJK juga membuat langkah-langkah untuk menangani kondisi ekonomi seperti meningkatkan ekspor domestik. Tentu seluruh pihak jasa keuangan dipastikan akan mendukung pemerintah dalam sejumlah program ekonomi yang sedang dijalankan. Di antaranya terkait pembiayaan dalam transaksi ekspor.

Bersatu Untuk Rupiah


Adapun kebijakan fiskal yang telah ditetapkan pemerintah dan sudah diberlakukan. Pertama, kebijakan menggenjot ekspor atau sektor riil untuk memperbaiki defisit neraca perdagangan. Untuk itu pemerintah telah memberikan insentif tax holiday. Selain itu, pemerintah memberikan fasilitas Kemudahan Impor Untuk Tujuan Ekspor (KITE).


Kedua, kebijakan penerapan tarif pajak penghasilan (PPh) pada 900 produk impor khususnya pada produk yang substitusinya sudah tersedia. Ketiga, menimbang untuk menghentikan proyek infrastruktur strategis yang mengandung komponen impor tinggi, sekaligus mengevaluasi sejauh mana penggunaan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri).


Keempat, Kementerian ESDM hendak mengeluarkan kebijakan untuk mengatur DHE (Dana Hasil Ekspor) pada sektor ekspor migas dan minerba di mana secara prosedural ke depan harus melalui Letter of Credit yang mekanisme-nya diatur oleh Bank Indonesia. Selain itu, pada sektor migas terkait ekspor minyak mentah yang dimiliki oleh kontraktor asing, Kementerian ESDM hendak mengatur supaya minyak mentah itu ditawarkan ke Pertamina terlebih dulu. Kelima, menggalakan sektor pariwisata secara intensif untuk mendorong peningkatan jumlah wisatawan asing. Tentu akan menambah devisa dna pendapatan negara untuk mengatasi global ekonomi.


Setelah mendengarkan pemaparan dan kebijakan yang telah diberlakukan oleh pemerintah tentu kita harus memahami akan permasalahan tersebut. Terlebih pemerintah menunjukkan keseriusan mengatasi ketergantungan pada kurs mata uang dolar AS sebagai instrumen pembayaran di tingkat global.


Mari mulai sekarang kita mendukung terlebih dahulu apa yang menjadi keputusan pemeritah tanpa harus berspekulasi negatif. Karena Bangsa Makmur dan Sejahtera semuanya atas dukungan masyarakatnya.

17 komentar:

  1. Kemarmin pas Nilai tukar dollar terhadap rupiah mencapai hampir 15K, BI langsung melakukan intervensi. Rupiah langsung menguat dengan turunnya nilai tukar dollar walaupun cuma beberapa ratus rupiah. At least kita tahu pemerintah nggak akan diam aja dan akan selalu mengupayakan yang terbaik bagi rakyat dan negaranya. Aku berdoa sih rupiah makin menguat sampai harga di bawah 10K. ��

    BalasHapus
  2. mudah - mudahan upaya pemerintah kendalikan rupiah berjalan lancar dan menghasilkan ya, aamiin. Mudah - mudahan rupiah makin menguat, aamiin.

    BalasHapus
  3. Jangan sepelekan uang recehan. BI mengakui adanya kemalasan orang pakai uang recehan bikin harga masuk ke pembulatan dan tanpa disadari itu justru konsumtif. Sekali transaksi saja 400 rupiah, kalau kali berapa juta orang kan hasilnya jadi besar. Bocoran harga itu sayang kalau tidak digunakan. Giliran dolar naik teriak2 pas sendiri nya gak menghargai rupiah kan jadinya lucu...

    BalasHapus
  4. Harga dolar yang naik memang berpengaruh besar pada daya beli masyarakat ya, untungnya BI langsung bertindak sehingga nilai rupiah pun menguat

    BalasHapus
  5. Yakin bahwa pemerintah tidak akan diam saja kalau nilai rupiah menurun. Cuma kadang masyarakat ngga sabar, pengen buru2 aja.

    BalasHapus
  6. Sepatutnya bersama sama melakukan save rupiah biar rupiah tidak turun dratis

    BalasHapus
  7. Haduh kl udah ngomongin knaikan dolar, emak2 macem saya mah lier euy. Maunya mah harga barang2 gak naik ajah. *hahaa..

    BalasHapus
  8. Saat berita kenaikan dolar, dari timeline socmed sampai pakbapak di warkop ngobrolin kinerja pemerintah.. Semoga masyarakat dan pemerintah bisa kerja sama untuk menyelamatkan rupiah ya mba

    BalasHapus
  9. Pembahasan yang berat bila bicara perekonomian di Indonesia, apalagi tentang dolar ini yg sangat melesat tinggi. Tp saya yakin pemerintah sdh sangat mengoptimalkan semaksimal mungkin untuk menjaga nilai Rupiah kita, setuju tuh saya dengan komentar teh okti diatas untuk kita harus pakai uang receh. the power of uang receh ..

    BalasHapus
  10. Keluhan karena sebagian harga-harga kebutuhan pokok efek dari kenaikan dollar yang menembus 15.000 memang pasti dengan cepat direspon pemerintah dan langsung melakukan tindakan yang dinilai efektif untuk membuatnya dalam kondisi stabil kembali.

    BalasHapus
  11. Ibuku juga kemaren cerita, kalau di pasar biasanya 100 ribu bisa beli banyak sekarang belinya bisa beberapa aja. Terutama utk produk impor kayak beras dan Telur. Harganya cukup tinggi. Tapi apapun kita kudu dukung pemerinta untuk menstabilkan rupiah kembali. Semoga ya mbak

    BalasHapus
  12. Semoga rupiah cepetan kembali stabil ya kak... Duuhhh jangan sampai deh kejadian kaya THN 1998 itu terulang lagi...

    BalasHapus
  13. Yes.. tetap optimis dalam kondisi apapun. Semoga langkah2 yang diambil pemerintah menjadi solusi terbaik.

    BalasHapus
  14. Bersatu untuk rupiah tindakan yang memang harus dilakukan seluruh kalangan masyarakat di Indonesia.Stabilitas ekonomi dan stabilitas harga tentunya hal yang diinginkan semua masyarakat.

    BalasHapus
  15. rupiah melemah dolar meninggi aku suka karena adsense... tapi juga ga gitu sih biar rupiah bisa terus naek dan naek

    BalasHapus
  16. Melemahnya rupiah tentu bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, tapi juga seluruh lapisan masyarakat. Salah satu wujud tanggungjawab yg bisa kita berikan sebagai masyarakat biasa adalah dengan ikut memberi dukungan terhadap program2 pemerintah yang dilakukan untuk menguatkan kembali nilai mata uang rupiah.

    BalasHapus
  17. kalau solusi dan langkah dalam lingkup makro tentu kita percayakan kepada para ahli di pemerintah. sedangkan lingkup mikro sprti kegiatan ekonomi kita sehari-hari mungkin tdk terlalu terasa imbas kenaikan dolar. kecuali kalau kita biasa mengonsumsi produk2 impor di keseharian ya kak

    BalasHapus

Grand Wisata Bekasi Memberikan Konsep A New Lifestyle Gateway Dengan Hunian Dan Liburan Menyenangkan

Bekasi sangat sering mendapat julukan "planet luar", "mesti pakai passport", "jauh banget", "tukang ma...