Minggu, 23 September 2018

Wanita Masa Depan, Tetap Semangat Menjalankan Bisnis Dengan Rencana Dan Strategi Yang Matang


Saya seorang wanita yang sudah berumah tangga hampir lima tahun. Tahun pertama pernikahan, saya pernah memutuskan untuk tidak bekerja, karena ada beberapa alasan yang sangat mendasar. Di satu sisi saya ingin di rumah sambil program anak dan di sisi lain menata rumah tangga dengan baik. 


Sebagai wanita yang getol bekerja mengejar karir, di rumah pun tidak menjadikan saya betah menghadapi hari-hari. Sambil memikirkan apa yang harus saya lakukan supaya hari-hari tidak datar dan lewat begitu saja yaitu dengan bisnis atau usaha. Akhirnya seijin suami, saya mengambil kesibukan kelas baking khusus "Bolu Gulung Batik". Selama hampir dua bulan saya di coaching oleh guru kelas sampai benar-benar bisa mandiri. Hari-hari saya pun sangat berwarna, seiring dengan lukisan batik di setiap latihan. Saya sangat bahagia setiap kali memulai baking, sampai-sampai saya lupa akan memori pasca keguguran janin sewaktu kerja. Memang saya sangat butuh terapi seperti ini agar bisa move on ke masa depan. Bisnis itu terkadang surprise terkadang hopeless terkadang apes. 


Segala peralatan baking saya beli dan stok bahan juga lengkap. Orderan pertama pun datang menghampiri saya sebanyak 100 biji. Sangking bahagianya, saya dibantu oleh coach dan baking di rumahnya. Saya ingat banget begadang semalaman dan tidak ada rasa capek. Saya bergumam dalam hati "semua usaha harus dimulai dari nol dan harus siap menghadapi tengah malam". Di esokan hari, saya ditantang oleh saudara pesan Bolu Gulung Batik Toba sebanyak 20 buat arisan. Saya pun belajar lagi mencari motif gorga batak dari internet dan akhirnya bisa hasilnya lumayan memuaskan. Setahun saya lewati dengan orderan lumayan kadang 10 sampai 20 biji per bulan. 


Tahun berikutnya, saya masih semangat terima orderan. Tatkala juga orderan sepi. Sempat merasa down untuk tidak berjualan lagi karena ada beberapa hal yang mengganggu pikiran saya. Memang benar kata coach, bakinglah saat hatimu tenang dan damai, jangan baking saat hatimu kacau. Ya, benar hari itu hati saya sangat kacau karena faktor keluarga. Kata-kata itu masih saya ingat "Kenapa tidak cari kerja lagi, sudah cukup toh di rumah setahun lebih, mumpung masih muda, di rumah juga belum hamil-hamil kan?". 


Semua hati saya hancur berkeping-keping, seakan saya tenggelam di dasar laut. Sempat menutup diri ke semua orang bahkan suami. Stres juga saya alami saat itu. Bisnis saya hancur, sampai-sampai saya menutup rapat semua peralatan baking dan tidak menyentuhnya lagi hingga detik ini. Adapun orderan saya cancel dengan berbagai alasan. Sempat terpikir berdosa saya telah menolak dari Tuhan. Tapi namanya kaum hawa yang lemah hanya melampiaskannya dengan menangis.


************************

Bisnis
Waktunya membuat rencana, strategi dan execute


Waktu memang begitu cepat berlalu. Begitu juga dengan bisnis sekian tahun cepat berkembang. Mungkin kalau dulu bisnis saya tetap dilanjutin, saya sudah sedikit memetik hasilnya. Tapi percaya tidak percaya bisnis tanpa dukungan, partner dan goal tidak akan pernah berhasil. Bisnis pun harus dilakukan secara matang dan menekan resiko sekecil mungkin. Nah, sangat penting yang namanya pondasi dan strategi kuat dalam berbisnis.


Kalau kita sedang menjalankan bisnis harus benar-benar didasarkan keinginan yang kuat dan mampu menghalau segala resiko. Sungguh kesempatan yang luar biasa beberapa hari yang lalu saya menghadiri sharing session Women Talk bersama Futri Zulya S.Mn, M. Bus dengan tema "How to Start Your Business" (20/9) di Kemang, Jakarta Selatan. Tentu akan sharing banyak tentang bisnis atau wanita pebisnis.

Futri Zulya S.Mn, M. Bus, CEO PT Batin Medika Indonesia 

Sebelum acara dimulai terlebih dahulu registrasi dan makan siang. Sempat searching sedikit tentang profil pembicaranya karena apa yang terpendam dalam batin saya selama berapa tahun ini akan terjawab hari ini juga. Ternyata beliau adalah seorang wanita yang kuat dan tangguh menghadapi dan bergelut dengan beberapa bisnis yang dijalani.


Futri Zulya S.Mn, M. Bus adalah CEO PT Batin Medika Indonesia yang menjalankan bisnisnya mulai dari usia muda. Dengan modal mempersiapkan rencana dan strategi yang kuat, beliau berhasil menjalankan semua bisnisnya hingga berkembang sampai saat ini. Sebelum mencapai titik sekarang ini, ibu dua anak dahulu bekerja sebagai freelancer sejak 5 tahun lalu. Semua masa dilewati baik itu hopeless, malas dan jatuh bangun.


Menjadi seorang bisnis woman pun sangat panjang proses yang penting tekun di dalamnya. Wanita berparas cantik ini mengatakan bahwa "saya selalu menjadikan semua pekerjaan adalah bisnis saya dan menjadi seorang freelancer pun sama saja seperti businessman. Karena status sebagai pebisnis, saat client tidak puas maka kesempatan akan berhenti sampai disitu. Tetapi jika client merasa puas dengan hasil kerja kita, maka kesempatan akan datang dan bisnis pun berkembang. 

Bisnis
Wanita hebat adalah wanita kuat menghadapi masalah dalam bisnis


Kata-kata beliau sedikit demi sedikit membuka hati saya akan bisnis yang dulu. Sambil mendengarkan Ibu Futri, saya pun sembari chat whatsapp dengan pelanggan saya yang selalu menanyakan "kapan kamu jualan bolu lagi, lumayankan kalau pesanan banyak, terus kamu juga dirumah gak perlu keluar-keluar?". Sembari tersenyum saya menjawab "Nanti ada waktu Bu, saya jualan lagi". Dengan menutup percakapan penuh harapan.


Memang benar pepatah mengatakan, kegagalan tidak selamanya menyurutkan semangat kita. Bisa dikatakan semua orang pernah mengalami kegagalan dari berbagai hal. Apalagi seorang pebisnis pasti pernah mengalami kegagalan. Mengatasi kegagalan pun butuh pemahaman dan koreksian yang teliti. Mulai lagi dengan memperbaiki rencana, strategi, melakukan riset, memperluas koneksi dan selalu berinovasi. 


Ibu Futri pun semakin mendalam sharing tentang apa yang menjadi penyemangatnya untuk terus belajar mengembangkan bisnisnya. Metode dan tips apa saja yang akan dilakukan beliau untuk perkembangan bisnisnya. Saya pun semakin antusias mendengarkan sambil menghubungkan apa yang saya lakukan kembali kepada bisnis saya yang sudah bertahun-tahun ditinggalkan.

"Execute" supaya tahu masa depan bisnis kita nantinya

Selain saya seorang freelancer IT Konsultan, saya juga seorang blogger yang berbagi lewat tulisan dan media sosial. Sebelum beranjak mengenal dan mengetahui siapa saya di masa depan nanti tentu harus mengetahui apa yang menjadi passion kita. Tanpa passion, kita tidak akan punya apa-apa untuk menjalankan sebuah bisnis. Seperti saya, selain seorang programming, saya senang memasak dan membaca. Dari apa yang saya baca misalnya buku memasak bisa menjadi sepiring makanan untuk bisnis makanan dan dari membaca buku IT bisa menjadi sebuah aplikasi. Tentu bahagia menjalankan bisnis sesuai dengan passion kita.


Disamping passion, kita juga harus menyiapkan rencana bisnis, melakukan riset untuk menemukan pangsa pasar dan managemen pendapatan. Suapay tidak mengalami kerugian perlu kita menyusun rencana bisnis per bulan, trisemester, 6 bulan dan per tahun. Selain itu kita harus mengetahui apa yang menjadi kelemahan dan kekuatan dari bisnis yang dijalankan. 


Sangat penting diketahui, ketika ada masalah kita harus tahu jalan keluarnya dan alternatif keberlanjutan bisnis kita secara rinci dan matang agar bisnis kita berjalan lancar. Perlu juga menggali ilmu dari yang lebih senior apa kiat-kiat pembenahan bisnis kita. Sebaiknya, jangan batasi diri dengan ilmu seadanya. Perluas pertemanan, menambah koneksi dan riset mengembangkan kemampuan diri untuk perkembangan bisnis kita.

Bisnis
Calon pebisnis terbaik masa depan

Setelah rencana, strategi dan passion, mulai kita mengarah pada perhitungan modal. Ketika kita menjalankan bisnis, modal adalah the power of bisnis. Banyak bisnis hancur dikarenakan modal tidak mencukupi. Ibu futri mengatakan "saat kita memulai bisnis, pisahkan mana yang menjadi modal usaha dan pendapatan usaha, bisa dibagi menjadi Living 50%, Playing 20%, Saving 30%". Harus dibagi diawal setelah kita menerima gaji. Artinya menabung tidak boleh menunggu ada sisa bulanan. Kalau ingin memulai bisnis menggunakan uang sendiri, maka konsisten membuat tabel keuangan setiap bulan, kira-kira bisnis perlu modal berapa dan berapa lama waktu menabungnya.


Dalam berbisnis sangat perlu yang namanya metode partnership. Misalnya menggandeng seseorang yang memiliki modal dan siap berbisnis adalah salah satu jalan keluar ketika ingin segera mulai berbisnis. Namun, ketika memilih partner harusnya yang memiliki visi misi yang sama. Perlu kesepakatan dalam pembagian hasil, baiknya dengan perjanjian tertulis berlandaskan konsultan hukum. 


Let's Do It For Execute. Entah mengapa kata "Execute" adalah kata yang paling bermakna bagi saya. Dalam dunia programming juga kata execute ini sangat berarti dengan aksi compile coding akan menghasilkan aplikasi yang berguna. Kata-kata ini yang membuka mata batin saya untuk ingin lagi baking seperti dulu. Dikatakan malas sebenarnya tidak malas, justru saya senang bermain dengan warna dan bahan bisa menghasilkan kudapan yang nikmat. Tetapi faktor permasalahan yang sudah saya utarakan diatas. Terkadang membuat flashback lagi akan kata-kata yang menghancurkan mood dan bisnis saya.

Bisnis


Butuh kesiapan hati, butuh dukungan, butuh partner, butuh kesabaran dan butuh kekuatan untuk mengalahkan segalanya penghalang bisnis. Melakukan dan memulainya akan menciptakan suasana baru dalam hati saya. Inilah yang saya butuhkan saat ini untuk kembali baking lagi. Seperti pelanggan saya mendukung untuk jualan lagi dan Ibu Futri mendukung untuk baking lagi. Sungguh mengharukan buat saya untuk bangkit lagi melanjutkan bisnis untuk masa depan. Kalau bukan dari diri kita sendiri yang berusaha untuk maju siapa lagi. Mulailah sekarang dengan penuh rencana, strategi, passion dan EXECUTE.
Posting Komentar

Pentingnya Hidup Sehat Berkualitas Dengan Air Purifier Panasonic Ciptakan Udara Bersih Bagi Kesehatan Keluarga

Hidup hiruk pikuk dikota metropolitan yang super macet dan tingkat polusi udaranya tinggi. Membuat keseharian beraktivitas aku semakin ti...