Jumat, 16 November 2018

BKKBN Gerakkan Pembangunan Keluarga Harmonis Di Era Revolusi Industri 4.0


Keluarga harmonis memiliki kehangatan yang luar biasa dalam hidupku. Jangankan orang lain, aku sendiri sangat menginginkan keluarga harmonis. Keluarga harmonis apakah bahagia? Pasti bahagia, keluarga tidak akan terbentuk kalau tidak ada bahagia di dalamnya. 

Potret Keluarga Harmonis tentu Bahagia

Terutama mempersiapkan keluarga bahagia menuju pembangunan keluarga di era revolusi industri 4.0 sekarang ini. Tidak hanya teknologi yang harus berkembang, pembangunan keluarga juga harus berkembang dengan cara meningkatkan intensitas komunikasi antar anggota keluarga. Bagaimana ya caranya?


Generasi keempat atau disebut dengan Revolusi Industri 4.0 adalah sebuah kondisi pada abad ke-21 ketika terjadi perubahan besar-besaran di berbagai bidang lewat perpaduan teknologi yang mengurangi sekat-sekat antara dunia fisik, digital, dan biologi [sumber : wikipedia]. 

Pembangunan Keluarga Di Era Revolusi Industri 4.0

Negara Indonesia sedang memasuki tahapan revolusi industri 4.0 untuk lebih maju lagi. Terutama kita keluarga millenials di jaman now yang sangat konsumtif dengan media sosial turut peran serta mengikuti perkembangan ini. Menurut aku sih, gak masalah kita aktif di media sosial yang penting ada batasannya dan lebih komunikatif di dalam keluarga.


Revolusi Industri 4.0
Perkembangan teknologi Era Revolusi Industri 4.0

Nah, dalam memasuki era revolusi industri 4.0 ini tidaklah mudah membangun keluarga harmonis, tantangan pasti ada dan akan semakin berat. Keluarga dituntut untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang semakin berkembang. Disinilah peran keluarga harus lebih bijak dan bersatu menghadapi tantangan tersebut secara family time. 



Membangun Keluarga Harmonis dan Bahagia 
di Era Revolusi Industri 4.0

Kesempatan yang sangat luar biasa bagi aku, pada kamis (14/11/2019) kemarin bersama teman-teman blogger diundang ke kantor BKKBN untuk sharing to caring bertajuk "Pengembangan Kebijakan Pembangunan Keluarga di Era Industri 4.0". Aku sangat antusias mengikuti acara ini, semakin mirisnya komunikasi dalam keluarga masa kini. Acara pun dihadiri oleh narasumber Dr. M. Yani, M.Kes, PKK selaku Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Dr. Pribudiarta Nur Sitepu selaku Sekertaris KPP dan PA serta dihadiri oleh Roslina Verauli seorang Psikolog kondang anak, remaja, dan kelaurga yang luar biasa ilmunya.

Narasumber acara Pembangunan Keluarga
Di Era Revolusi Industri 4.0


Kebanyakan masyarakat Indonesia masih tabu tentang program dan kinerja BKKBN. Tugasnya tidak hanya menggerakkan keluarga berencana cukup dua anak lho. Tapi lebih mengedukasi keluarga muda, keluarga remaja bahkan mempersiapkan keluarga era revolusi industri 4.0 ini. 


BKKBN (Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional) sebagai lembaga pemerintahan layanan publik yang mempunyai tugas di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana. Tentu BKKBN turut peran serta dan ambil bagian dalam mengembangkan pembangunan keluarga di era industri 4.0. Kenapa demikian?. Keluarga harus bersatu menghadapi  perubahan teknologi.

BKKBN
Dr. M. Yani, M. Kes, PKK, (Deputi Pemberdayaan Keluarga BKKBN)

Menurut Dr. M. Yani dengan adanya program teknologi revolusi industri 4.0 dalam keadaan apapun kita harus menciptakan komunikasi dengan baik. Terutama semakin sedikitnya waktu berkumpul bersama keluarga dimana kedua orangtua bekerja pergi pagi pulang malam. Anggota keluarga sibuk dengan tontonannya dan smartphone yang memberikan kenikmatan tersendiri. Yang membuat anak-anak remaja sekarang ini salah langkah dan arah tiba-tiba terjadi kehamilan di usia dini. Semua ini bermula dari quality time keluarga. 


Nah, untuk menangkal semua ini perlu kita lakukan pembangunan keluarga berplatform teknokogi revolusi industri 4.0. Supaya hal-hal yang dapat merusak kebahagiaan dan masa depan keluarga bisa dikondisikan secepat mungkin.


Banyak sekali informasi bahwa perlunya sosialisasi akan revolusi industri 4.0 sampai ke pelosok supaya tahapan yang diharapkan saling terintegrasi. Dr. Pribudiarta Nur Sitepu menjelaskan bahwa anak-anak sekarang tidak sama dengan anak jaman dulu. Jika ditanya cita-cita mau jadi apa, jawaban yang mengejutkan sebagai youtuber. 



Kenapa harus youtuber? Apakah dari segi penghasilan, kemudahan interaksi dengan pekerjaan tersebut atau apa alasan dibaliknya. Semuanya serba simpel, seperti memesan makanan dalam beberapa menit makanan pun sampai dirumah. Semua teknologi sekarang serba instan. Itu semua berkat perkembangan teknologi merujuk ke revolusi industri 4.0. Semua kunci pembangunan keluarga ada ditangan kita. Tidak lain orangtua dan anak. 



Keluarga Harmonis 
Kembali Ke Meja Makan

Kenapa keluarga masa kini sangat mudah dipecahbelahkan, anak muda mudah di adudomba dan terjadi perceraian sana sini.  Semua ini terjadi karena kurangnya komunikasi dan waktu bincang-bincang keluarga bahkan sekedar makan bareng.

Roslina Verauli psikolog kondang favorit aku

Sontak aku mendengar kata-kata Roslina Verauli yang membahas tentang keutuhan keluarga. Kata kembali ke meja makan ini tidak asing bagi aku terutama keluarga suku batak. Moment kumpul di meja makan sudah menjadi tradisi dialam keluarga kami. Ibarat kata makan tidak akan dimulai kalau anggota belum berkumpul satu persatu.


Benar sekali semua komunikasi antara keluarga itu tercipta di meja makan. Essensi berkumpul di meja makan ini yang sudah semakin hilang dari keluarga masa kini. Semua anggota keluarga seperti hidup individualis. Krisis rasa peduli bahkan bertutur kata yang sopan pun. Kenapa bisa terjadi?


Revolusi Indistri 4.0
Peta Keluarga dengan 3 tantangan sistem family

Ada 3 peta keluarga yang mencakup tantangan family sebagai pendukung dalam pembangunan keluarga harmonis yang menjadi pekerjaan rumah orangtua dan keluarga.

1. Family cohesion
Tingkat emosional yang dirasakan individu yang dilimpahkan ke tiap anggota keluarga. Hal ini berhubungan dengan komitmen dan waktu bersama seimbang waktu separateness vs togetherness.

2. Family flexibility 
Setiap anggota keluarga memiliki kemampuan berubah dan beradaptasi. Artinya memiliki waktu luang buat keluarga.

3. Family communication

Kunci pembangunan keluarga harmonis saling komunikatif antar sesama anggota keluarga. Tidak hanya melalui group keluarga tetapi secara langsung berkumpul.

Kami keluarga harmonis


Peran komunikasi dalam Keluarga Bahagia untuk menghadapi revolusi industri 4.0 bisa kita hadapi dengan sistem family siap melawan tantangan. Nah, ketiga sistem family ini yang harus kita pupuk dalam keluarga. Sekarang kembali kepada kita bagaimana cara kita menerapkan sistem ini kepada keluarga kita.


Memang tidaklah hal yang mudah, semua butuh proses dan waktu. Tapi secara perlahan kita pasti menggapai keluarga harmonis. Aku dan suami selalu berkomunikasi mulai dari hal kecil keseharian kita.


#revolusikeluarga4
#keluargaindustri4
Posting Komentar

Pentingnya Hidup Sehat Berkualitas Dengan Air Purifier Panasonic Ciptakan Udara Bersih Bagi Kesehatan Keluarga

Hidup hiruk pikuk dikota metropolitan yang super macet dan tingkat polusi udaranya tinggi. Membuat keseharian beraktivitas aku semakin ti...