Kamis, 23 Agustus 2018

Menguak Fakta Konspirasi Global Di Teluk Jakarta - Indikasi Aset Negara Perpanjangan Kontrak


Kemerdekaan hak adalah miliki semua rakyat Indonesia. Sama halnya dengan kemerdekaan Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) yang sampai saat tetap memperjuangkan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai aset negara.

“Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta” penulis Ahmad Khoirul Fata

Dengan semangat juang dan rasa nasionalisme serikat pekerja inspirasi mereka tertuang pada sebuah buku “Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta”. Buku yang mengungkapkan tabir praktek bisnis di Jakarta International Container Terminal (JICT) berindikasi kerugian negara trilyunan rupiah. 

Pada tanggal 15 Agustus 2018, bertempat di Sanggar Maos Tradisi - Sleman Yogyakarta, penulis buku Ahmad Khoirul Fata bersama narasumber-narasumber kompeten yakni Ketua Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia Nova Sofyan Hakim, Dosen Lembahanas Aris Arif Mundayat, dan Sosiolog UGM Ari Sujito secara langsung menelaah dan membedah buku fakta pelabuhan. 


Jelas tertulis dalam buku tersebut kronologis perjuangan anak bangsa di Pelabuhan Tanjung Priok. Semangat juang dan kegigihan Serikat Pekerja JICT menjaga kedaulatan NKRI di gerbang ekonomi nasional. Proses perpanjangan kontrak kerjasama untuk kedua kali antara JICT dengan Perusahaan asal Hongkong Hutchison Port dianggap sudah melewati batas dan aturan-aturan yang berlaku di negara Indonesia. 

Pelabuhan JICT dan TPK Koja



Gimana tidak mencengangkan aset strategis negara seperti JICT dan TPK Koja yang telah dijadikan jaminan utang akan dikuasai oleh negara asing. Sampai saat ini masih bergolak polemik antara aset negara dan perpanjangan kontrak dengan negara asing. Mengakibatkan merosotnya ekonomi Indonesia dan menurunnya kesejahteraan rakyat. Tentu kemarahan menyita hati anak bangsa mengingat pelabuhan yang sejatinya merupakan milik negeri seharusnya diurus penuh oleh anak penerus bangsa malah dijadikan jaminan utang oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.


Dengan mirisnya proses perpanjangan kontrak pun melibatkan Menteri BUMN, Petinggi Hutchison Hongkong, Bankir Deutcge Bank, Rotchchild, Direksi Pelindo II, dan Pengusaha Nasional. Tanpa memikirkan bagaimana perasaan anak bangsa dan nasib serikat pekerja yang sudah banyak di PHK.

Pihak terlibat kasus JICT

Gayung bersambut dampak dari perjuangan SP JICT berhasil mendorong DPR membentuk Panitia Khusus Angket DPR tentang Pelindo II. Berbagai fakta yang mengakibatkan kerugian terkuak laporan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) yang diutus Pansus menyediki segala permasalahan pelabuhan hingga alur proses perpanjangan kontak. Semua bukti dan laporan valid pun sudah diserahkan kepada BPK untuk diusut lebih lanjut.

Fakta dibalik perpanjangan kontrak

SP JICT membuktikan perjuangannya selama ini sesuai dengan amanat nawacita program yang dijalankan Presiden Joko Widodo bersama Wapres Jusuf Kalla. Sembilan agenda prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.  


Nah, kalau bukan kita anak bangsa membela dan menyelamatkan aset negara siapa lagi yang akan diandalkan. Aset negara akan menjadi warisan bagi penerus bangsa. Buku “Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta” sangat menarik. Jika mau memilikinya sangat mudah tinggalkan pesan di kolom komentar. Yuk semangat pemuda dalam melindungi aset negara.

13 komentar:

Tian lustiana mengatakan...

Semoga makin banyak pemuda yang semangatnya selalu membara melindungi aset negara

Annafi mengatakan...

Setuju mba, aset negara memang harus dilindungi, jangan sampai di raup sama negara lain lagi..

Rani Yulianty mengatakan...

Semoga aset negara tetap bisa dilindungi untuk kemajuan negeri kita ini

Juliastri Sn mengatakan...

Sudah menjadi kewajiban dan tugas kita untuk turut menjaga aset negara..

Ika Maya Susanti mengatakan...

Ya ampun nggak nyangka bener. Jadi JICT itu dijadiin jaminan utang negara? Trus kalo sampe jatuh ke tangan negara lain, gimana jadinya? Kok saya jadi lieur ya ngebayanginnya *bigsigh

fenni bungsu mengatakan...

Yang namanya aset bangsa ini harus diperjuangkan dan dilindungi, jangan sampai di ambil ke tangan yang tidak benar

Nia K. Haryanto mengatakan...

Waduh, berat bahasannya. Semoga semua bisa berjalan baik. Gak ada kerugian negara. Apalagi untuk masyarakat dan lingkungan. Sedih ngikutin kabar tentang ini. :(

Anisa Deasty Malela mengatakan...

Sedihnya mengetahui masih banyak pekerja Indonesia yang tidak mendapat penghargaan dari pemerintah kita sendiri.

Dzulkhulaifah mengatakan...

Kerugian negeranya besar banget itu mbak, bikin emosi. Kayak gini nih oknum-oknum yang masih perlu 'diajarin'.

Ida Tahmidah mengatakan...

Semoga negara kita dilindungi dari para penguasa yg tidak cinta negeri menjual aset negara ke negara lain sama saja menjadikan kita budak bagi mereka dan siap dijajah lagi deh ..hiks

Shinta juliana mengatakan...

Ini berat banget pembahasannya. Dibaca berulang2 masih perlu waktu lama untuk dicerna. Hehee.. Mengenai JITC semoga menemukan jalan keluar terbaik...dan semoga semakin banyak pemuda2 bangsa yang peduli dengan aset negara.

Ade UFi mengatakan...

Keren ya masih ada pemuda yg punya semangat membara. Semoga akan terus ada pemuda2 yg seperti ini.

Milda Ini mengatakan...

Saya dukung juga ya mba. Semoga menjadi aset negara dan ada manfaatnya

Kriya Nusa 2019 Ajang Pameran Kerajinan Tangan Nusantara, Ayo Dukung Karya Terbaik Para Perajin Indonesia!

Seberapa Indonesia kah kamu? Pertanyaan ini aku dengar ketika menghadiri sebuah acara Temu Netizen #KriyaNusa2019 dengan tema &q...