Selasa, 16 Juli 2019

Ajak Anak Belajar Literasi Keuangan Dengan Cara Menyenangkan Bersama Cha-Ching


Anak tahu nilai uang? Bagaimana caranya anak tahu nilai uang?

Saya jadi teringat sebuah video di media sosial yang kontennya berisi seorang bayi kira-kira usia 2 tahunan bersama keluarganya. Dalam video tersebut sorang laki-laki memberikan uang pecahan kecil si anak tidak menerima. Lalu laki-laki tersebut kembali memberikan uang pecahan besar dan reaksi si anak langsung menerimanya. Kemudian diambil kembali uang pecahan besar si anak malah menangis dan begitu sebaliknya.

Perencanaan, Kesehatan, Anak, Keuangan/Financial, Parenting, Ulasan, Lingkungan, Kreatifitas, Jalan-jalan, Games, Cha-Ching,
Anak lebih sering membelanjakan dulu uangnya daripada menabung


Gambaran dari video tersebut membuktikan bahwa si bayi sudah kerap kali melihat rupa dari uang tersebut. Atau bahkan memang si bayi secara tidak sengaja menerima uang. Tapi yang jelas saya melihat video si bayi sepertinya tahu nilai uang tersebut dan mulai belajar memahami sekelilingnya.


Sejak kapan orangtua mengenalkan anak cara menabung? Yang pasti jawabannya sejak dini dan sejak anak mengenal uang. Apa saja yang bisa di ajarkan mengenai cara menabung kepada anak? Tentunya bertahap sesuai dengan usia anak. Mengajarkan anak untuk menabung memanglah sangat penting dan sudah menjadi kewajiban orangtua.  


Bukankah terlalu dini anak mengenal dan memanajemen keuangannya? Tentu tidak!!!

Perencanaan, Kesehatan, Anak, Keuangan/Financial, Parenting, Ulasan, Lingkungan, Kreatifitas, Jalan-jalan, Games, Cha-Ching,
Belajar Literasi Keuangan untuk Anak dengan Cara Menyenangkan bersama Cha-Ching



Minggu yang cerah, Taman Mataram Prudential sebagai saksi literasi keuangan yang mengedukasi anak manajemen keuangan (14/7). Dengan mengajak anak-anak Indonesia untuk belajar tentang keuangan dengan tema yang menarik "Belajar Literasi Keuangan untuk Anak dengan Cara Menyenangkan bersama Cha-Ching". Bertepatan memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli mendatang.


Konsep acara yang dikemas Prudential Indonesia dan Cha-Ching sangat menyita perhatian dan keinginan anak akan belajar tentang keuangan. Cha-Ching yang biasanya hanya bisa dilihat melalui layar TV. Kini bisa dilihat langsung dan diajak bermain. Hitung-hitung hiburan di hari terakhir liburan sekolah, anak-anak diajak bermain sekaligus belajar tentang literasi keuangan. 


Selain belajar, anak pun menikmati berbagai games menarik dan menampilkan kreatifitasnya masing-masing mulai dari menyanyi, bermain musik, menari dan lain sebagainya. Acara ini sekaligus melatih mentalitas anak juga ya. Sangat menghibur sekali tentunya. 

Perencanaan, Kesehatan, Anak, Keuangan/Financial, Parenting, Ulasan, Lingkungan, Kreatifitas, Jalan-jalan, Games, Cha-Ching,
Kanan : Ibu Nini Sumohandoyo Sharia selaku Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia


Keseruan pun meramaikan suasana dengan hadirnya Ibu Nini Sumohandoyo Sharia selaku Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia. Beliau mengatkan bahwa "Pendidikan literasi keuangan untuk anak bisa diajarkan sejak usia 5 tahun". Jadi orangtua harus sigap mengedukasi anak tentang keuangan.



Rajin Bekerja Bisa Membuat Anak Jadi Orang Sukses 

Memperkenalkan uang kepada anak serta mengajarkannya bagaimana cara menggunakannya dan mengelolanya dengan baik adalah salah satu upaya orang tua dalam mendidik anak. Dengan cara ini, anak akan mengerti apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam mengelola keuangan. Anak akan lebih bijak dalam mengambil berbagai keputusan di dalam pengelolaan keuangan sehingga dapat mengelolanya dengan baik dan benar.

Perencanaan, Kesehatan, Anak, Keuangan/Financial, Parenting, Ulasan, Lingkungan, Kreatifitas, Jalan-jalan, Games, Cha-Ching,
Rajin Bekerja Bisa Membuat Anak Jadi Orang Sukses 


Sebagai orang tua mencoba untuk memberi pengertian kepada anak mengenai hal-hal yang bisa mereka dapatkan dengan sedikit kerja keras dalam menabung. Dengan tabungan tersebut, anak bisa mendapatkan berbagai barang yang diinginkan. Di samping itu, dengan memperkenalkan dan mengajarkan pentingnya tujuan keuangan tersebut, anak akan memiliki kemampuan dalam mengatur dan membelanjakan uangnya.


Untuk meningkatkan pemahaman anak akan literasi keuangan, acara pun di mulai dengan bermain. Dengan sistem setiap anak diberi modal awal sebesar Rp 20.000,- (sebut saja uang monopoli). Yang hanya bisa dibelanjakan di tempat jajanan acara. Kemudian setiap anak diberi 2 lembar catatan keuangan, satu untuk stamp games dan satu lagi untuk raport catatan pengeluaran dan pemasukan anak. 


Permainannya mengajak anak-anak untuk mendapatkan uang tambahan. Pada prinsipnya anak sudah mengetahui untuk mendapatkan uang itu harus dengan cara bekerja. Dalam permainan tersebut akan dilakukan 3 aktivitas yaitu sayangi lingkungan, tunjukan bakat, dan menjual hasil karya. Dengan  melakukan games begitu penghasilan pun akan bertambah.

Perencanaan, Kesehatan, Anak, Keuangan/Financial, Parenting, Ulasan, Lingkungan, Kreatifitas, Jalan-jalan, Games, Cha-Ching,
Keseruan Belajar Literasi Keuangan untuk Anak dengan Cara Menyenangkan bersama Cha-Ching


Mengenalkan 4 Konsep Utama Pengelolaan Keuangan Pada Anak

Konsep utama pengelolaan keuangan menjadi konsentrasi orangtua melihat anak apakah bisa mengelola keuangannya. Orangtua hanya mendampingi dan memberikan pengertian pada anak-anak. Namun untuk keputusan penggunaan uang anak sendiri yang melakukannya. Misalnya semua uang dibelanjakan sampai habis, mendonasikan semua uang atau jumlah uang malah bertambah. Bagaimana caranya ya? 


Ada 4 booth yang tersedia untuk didatangi anak-anak, setiap booth paling sedikit harus dikunjungi sebanyak 2 kali untuk memperoleh sticker. Minimal ada 8 sticker yang dapat digunakan untuk menukarkan hadiah setelah permainan usai. So, anak-anak harus kerja keras dan kreatif lho. 

Perencanaan, Kesehatan, Anak, Keuangan/Financial, Parenting, Ulasan, Lingkungan, Kreatifitas, Jalan-jalan, Games, Cha-Ching,
Menanamkan Prinsip Tabung Dulu Sebelum Dibelanjakan Pada Anak


1. Earn (Memperoleh)

Kerja keras pasti memperoleh hasil. Orangtua harus mengedukasi anak bagaimana pencapian hasil dalam bekerja. Di booth ini anak belajar bekerja untuk mendapatkan uang. Ada beberapa permainan yang bisa anak-anak lakukan untuk memperoleh penghasilan sebesar Rp10,000 seperti berikut :

A. Sayangi Lingkungan
Sama halnya dengan lingkungan, sejak dini juga kita harus mengajarkan anak untuk menjaga lingkungan. Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan tetapi membuang sampah pada tempat sampah. Kemudian melestarikan lingkuangan dengan menyiram tanaman di rumah, mencabut rumpu-rumput dan membersihkan taman. 

Perencanaan, Kesehatan, Anak, Keuangan/Financial, Parenting, Ulasan, Lingkungan, Kreatifitas, Jalan-jalan, Games, Cha-Ching,
Perencanaan, Kesehatan, Anak, Keuangan/Financial, Parenting, Ulasan, Lingkungan, Kreatifitas, Jalan-jalan, Games, Cha-Ching,
Anak belajar membersihkan lingkunga dengan menyiram tanaman dan membuang sampah


B. Tunjukan Bakat
Setiap anak memiliki talenta yang harus dilatih dan diasah sampai mencapai kesuksesannya. Namun sangat diperlukan mental yang kuat dan rasa percaya diri yang kuat pula. Sehingga bakat yang dimiliki anak bisa ditunjukkan kepada publik. 

Perencanaan, Kesehatan, Anak, Keuangan/Financial, Parenting, Ulasan, Lingkungan, Kreatifitas, Jalan-jalan, Games, Cha-Ching,
Tunjukkan Bakat Anak dengan Kreatifitasnya


C. Menjual Hasil Karya
Setiap karya dan kreatifitas pasti ada harga yang dibayarkan. Saya sangat percaya dengan ungkapan ini. Dengan bakat berkualitas yang dimiliki anak akan menghasilkan nilai sebagai langkah awalnya menuju masa depan anak.

Perencanaan, Kesehatan, Anak, Keuangan/Financial, Parenting, Ulasan, Lingkungan, Kreatifitas, Jalan-jalan, Games, Cha-Ching,
Bermain Games Bersama Sahabat Cha-Ching


Nah, ke tiga aktifitas ini meningkatkan rasa percaya diri anak tampil di khalayak umum. Aktifitas ini akan menghasilkan nilai tambah uang lho bagi anak yang rajin. Bisa dinilai melalui kreatifitas anak terhadap lingkungan sekitar, bakat dan karyanya. Tentu anak kerja keras untuk mencapainya.


Rajin Menabung Yuk Untuk Masa Depan Kamu!!!

2. Save (Menyimpan)
Orangtua harus menekankan prinsip menabung dulu sebelum membelanjakan. Sebagai contoh sederhana, bagaimana kita mengenalkan "celengan" sebagai tempat menabung dan menyimpan uang pemberian kakek-nenek ataupun kerabat. Daripada langsung jajan-jajan yang kurang bermanfaat. Lebih baik menabung.

Perencanaan, Kesehatan, Anak, Keuangan/Financial, Parenting, Ulasan, Lingkungan, Kreatifitas, Jalan-jalan, Games, Cha-Ching,
Rajin Menabung Yuk Untuk Masa Depan Anak Bersama Cha-Ching


Dari menabung anak-anak bisa memperoleh semua keinginannya tentu saja harus sesuai dengan kebutuhan. Booth Menabung adalah tempat anak-anak menyimpan uang yang dimilikinya. Baik yang didapatkan dari modal maupun hasil dari bekerja keras dengan 3 aktifitas diatas. Di sini anak-anak bisa belajar bagaimana caranya menyimpan uang yang tepat untuk masa depan nanti.


Membeli sesuai rencana dan keperluan!!! 


3. Spend (Membelanjakan)
Orangtua hanya mendampingi dan memberikan pengertian pada anak-anak. Namun untuk mengambil keputusan tetap anak sendiri dalam penggunaan uangnya. Melihat uang ada tentu sangat tergiur sekali untuk belanja. Tetapi, belanjalah yang sesuai rencana dan kebutuhan. 

Perencanaan, Kesehatan, Anak, Keuangan/Financial, Parenting, Ulasan, Lingkungan, Kreatifitas, Jalan-jalan, Games, Cha-Ching,
Membeli sesuai rencana dan keperluan


Untuk anak yang memiliki bakat tentu akan menghasilkan uang tambahan lho. Dengan menunjukkan kreatifitas dan bakatnya. Namun harus membelanjakan dulu sesuai dengan kebutuhan. Misalnya membeli kerta origami dan kertas menggambar seharga Rp5.000 nantinya kedua barang ini bisa dijual di booth "Memperoleh" dan mendapatkan uang tambahan Rp 10.000. Nanti hasil karyanya bisa dijual kembali di area Peroleh dpat uang tambahan lagi.


Pada booth ini anak-anak butuh mental yang kuat dengan adanya jajanan-jajanan. Yang bisa dibeli memalui uang saldo awal maupun hasil kerja keras seperti gulai, es krim, jagung manis, pensil warna dan kertas mewarnai, serta kertas origami. Tapi kalau sudah punya uang banyak bolehlah menikmati jajanan.


Anak yang baik itu peduli dan mau membantu sesama lho!!!

4. Donate (Menyumbang)
Secara sosialitas kita tidak hanya hidup satu keluarga di dunia ini melainkan berdampingan dengan saudara-saudara. Perlu di edukasikan kepada anak peduli dan membantu sesama sangatlah mulia membantu dalam bentuk apapun. Banyak sedikitnya penghasilan yang di miliki, jangan lupa untuk berdonasi. 

Perencanaan, Kesehatan, Anak, Keuangan/Financial, Parenting, Ulasan, Lingkungan, Kreatifitas, Jalan-jalan, Games, Cha-Ching,
Anak yang baik itu peduli dan mau membantu sesama lho!!!

Begitu pula di program Cha-Ching ada booth Donate. Dari uang yang diperoleh, disimpan bisa didonasikan di kotak yang sudah disediakan di booth donasi. Adapun tujuan donasi yang terkumpul tersebut akan disumbangkan untuk anak-anak korban gempa Palu. Untuk keperluan membeli alat tulis bagi anak-anak yang terkena bencana.



Dari ke empat konsep utama pengelolaan keuangan pada anak ini akan dipilih lho anak-anak yang terbaik dalam menjalankan tugasnya. Seperti paling banyak menabung, paling banyak berdonasi, dan bekerja paling banyak. Para pemenang akan diberikan hadiah yang luar biasa bagusnya. 

Perencanaan, Kesehatan, Anak, Keuangan/Financial, Parenting, Ulasan, Lingkungan, Kreatifitas, Jalan-jalan, Games, Cha-Ching,
Para Pemenang Lomba Games Literasi Keuangan Besama Cha-Ching


Buat yang belum menang jangan berkecil hati. Tetapi akan ada hadiah dibagikan untuk anak-anak yang berhasil mengumpulkan paling sedikit 8 sticker mendapatkan mainan bagi anak laki-laki hot wheel dan barbie bagi anak perempuan.


Setelah melakukan literasi keuangan, anak-anak pun tetap semangat meramaikan acara. Dengan hadirnya pertunjukan sulap dari Kak Wang dengan balon-balon ajaibnya. Lucu dan menggemaskan permainan balonnya.

Perencanaan, Kesehatan, Anak, Keuangan/Financial, Parenting, Ulasan, Lingkungan, Kreatifitas, Jalan-jalan, Games, Cha-Ching,
Pertunukan balon raksasa bersama Cha-Ching


Sebagai informasi Taman Mataram Prudential sebagai taman literasi keuangan bisa dimampiri setiap saat dan terbuka untuk khalayak umum. Dan bisa menikmati semua fasilitas yang ada. Taman tersebut memang didirikan oleh Prudential untuk masyarakat.


Perencanaan, Kesehatan, Anak, Keuangan/Financial, Parenting, Ulasan, Lingkungan, Kreatifitas, Jalan-jalan, Games, Cha-Ching,
Belajar Literasi Keuangan Anak bersama Cha-Ching


Tentang Cha-Ching

Cha-Ching merupakan inisiatif dari Prudence Foundation yaitu salah satu divisi dari Community Investment Prudential Corporation Asia yang dikembangkan bersama Cartoon Network. Dalam proses pembelajarannya Cha-Ching menggunakan pendekatan naratif musikal sehingga anak-anak happy dalam belajar dan bisa cepat diserap oleh mereka.


Cha-ching memiliki 6 tokoh masing-masing mempunyai kebiasaan yang berbeda mewakili kebiasaan banyak orang.
1. Prudence. Dia gemar membuat rencana dengan baik termasuk dalam mengelola uang.
2. Bobby. Hobinya menghambur-hamburkan uang sehingga tanpa sadar dia sering kehabisan uang yang didapatkannya.
3. Zul. Selalu bekerja keras dan sibuk menghasilkan uang untuk ditabung.
4. Pepper. Kerjaannya belanja dan belanja.
5. Charity. Senang membantu sesama dan menyumbangkan uangnya.
6. Justine. Pekerjaannya mencari uang


Buat anak-anak yang sering menyaksikan Cha-Ching di channel Cartoon Network pastinya tahu dong keenam karakter yang sudah menghibur "Belajar Literasi Keuangan untuk Anak dengan Cara Menyenangkan bersama Cha-Ching". Masih penasaran dengan Cha-Ching ada juga lho di youtube.


25 komentar:

Aini dian mengatakan...

Kebayang cerianya si kecil saat ikut serta dalam kegiatan ini ya mbak. Anak senang, ilmunya pun jadi mudah diresapi

Erfano mengatakan...

Bicara soal mengenal uang, mengelola keuangan dengan baik memang harus dikenalkan dan diajarkan sejak dini. Dewasa nanti,bakal berguna dan sang buah hati jadi anak yang bisa membedakan antara kebutuhan dengan keinginan, menghargai uang sehingga tidak boros, dan berinvestasi.

jendelamamak mengatakan...

Keren cara edukasi anaknya ya. Di Medan bakal diadakan nggak ya?

www.umidah.com mengatakan...

Melatih anak sejak dini dalam belajar bagaimana mengatur keuangan dan menghasilkan uang, edukasi yg melatih kemandirian anak juga. Edukasi yg perlu juga di terapkan di rumah neh...

donasaurus mengatakan...

Event yang bermanfaat banget ya untuk menumbuhkan kesadaran menyimpan dan merencanakan pengeluaran

Zefy Arlinda mengatakan...

Boleh nih kalau sering-sering diadain acara ginian, apalagi kalau bisa diadain di seluruh provinsi

Khoirur Rohmah mengatakan...

Aku pernah nonton tuh mbak yang video serial Cha-Ching itu,
Mengedukasi banget buat anak-anak
4 poin itu penting banget deh buat anak belajar manajemen keuangan sejak dini yah mba
TFS mbak

Siti Marhamah mengatakan...

Acaranya bagus banget, jadi anak bisa lebih semangat nabung karena sudah dapat edukasi menarik sesuai usianya. Bagaimana cara menghasilkan uang lalu harus menyimpan untuk ke depannya abiar tetap punya uang, jadi ga tiap punyabuang dihabiskan dengan jajan atau beli mainan.

April Hamsa mengatakan...

Aku suka acara2 edukasi yang lansung praktik gini, jd gak sekadar teori, sehingga anak2 bisa belajar lebih cepat memahami ttg makna uang dan bagaimana mengelola keuangan ya mbak :D

Ruli retno mengatakan...

Acara ini keren buangetttt.. ngarep banget acara serupa ada di banjarmasin deh mba. Penting buat anak2 nih

Cindy Vania mengatakan...

Seru banget nih cara belajar keuangan kayak gini. Gak berasa kalo lagi belajar

Dyah Ummu AuRa mengatakan...

Syuka dengan slogannya "tabung dulu sebelum dibelanjakan" jadi anak-anak makin banyak belajar. Selain untuk tidak boros (hemat), mereka juga bisa belajar menahan diri bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi plus bisa juga belajar skala prioritas. Cakep deh...

galeri wisata mengatakan...

penting banget buat anak2 sedari dini udah diajarkan cara menabung dan manfaat menabung, biar jangan boros membelanjakan barang2 yang tidak perlu

Peri Hardiansyah mengatakan...

tetap ya, jangan lupa donasi, agar bisa saling membantu sesama, pasti barokah. Selain sadar donasi/sedekah, anak juga perlahan sadar pajak.

Nurul Fitri Fatkhani mengatakan...

Acaranya keren sekali ya! Anak-anak terlihat menikmati semua acaranya, mereka bisa bermain sekaligus belajar mengenai keuangan ya...

Annisa mengatakan...

Asyik ya metode literasi keuangannya. Anak anak jadi lebih mudah paham dan dengan cara yang menyenangkan. Semoga sering sering diadakan supaya anak Indonesia lebih melek finance sejak dini.

Sapti nurul hidayati mengatakan...

Bisa ditiru nih, cara mengajarkan literasi keuangan kepada anak.. Tinggal disesuaikan dengan kemampuan anak saja. Biar anak paham dan mau menghargai uang..

Pringadi mengatakan...

Setuju banget jih mengenalkannliterasi keuangan sejak dini. Kadang kita tuh kena omongan orang zaman dulunkalau tabu ngajarin uang ke anak kecil ya.

Annisa Bani Salamah mengatakan...

Wahhh seru banget yah kak eventnya. Agree banget kak kalo anak bisa kenal sesuatu lebih dini dengan cara yang menyenangkan dan juga dibekali konsep yang tepat. Jd tidak sekedar kenal mata uang saja, to anak juga bisa cara yang baik memperlakukan uang,hhhheeee

Marfa U mengatakan...

Kece dekorasinya ada tenda2nyaa. Selain savings and spend, bener banget jangan lupa buat donate. Kebawa nih nanti sampai usia tua

@blogger_eksis mengatakan...

Aku pikir ChaChing itu sejenis hewan. Ga tau'a karakter lucu gitu ya..

Ini kolab bagus banget dengan Prudential. Jadi, menyasar segmentasi asuransi segala usia*

bundasugi mengatakan...

Memang anak2 sangat bagus dikenalkan bagaimana mengelola keuangan sejak dini setidaknya ia belajar untuk disiplin dan hemat

Sugi Siswiyanti mengatakan...

Tema tentang melek finansial untuk anak perlu banget dikenalkan sejak dini supaya bisa menjadi bekal mereka dalam mengelola keuangan di usia dewasa hingga tua.

Ilham Sadli mengatakan...

Aku pernah kagum sesekali karena konten video bagaimana seorang anak rela tidak jajan eskrim demi membantu orang yg lebih membutuhkan menurutnya. Bagiku, itu goal ketika manajemen keuangan atau melek finansial diajarkan pada anak sejak dini

Sukangetrip mengatakan...

Beruntungnya anak-anak yang masih bisa diberikan gizi yang cukup. Banyak anak-anak Indonesia diluar sana yang belum bisa mendapatkan hak mereka di usia mereka. Banyak menjadi korban perceraian, perang antar suku, bencana, sehingga mereka tidak bisa menikmati masa bermain mereka. Bahkan banyak diantaranya yang ditelantarkan, dibuang, sehingga gizi juga tidak tercukupi. Namun ada UNICEF lembaga PBB dunia yang bergerak di bidang sosial perlindungan anak-anak dan perempuan. Mereka sudah lama menjaga anak-anak Indonesia dan membantu mendapatkan hak mereka, kita pun juga bisa membantunya dengan donasi melalui mereka. Tapi banyak dari kita yang takut donasi di UNICEF karena takut tidak tahu cara berhenti donasi UNICEF. Padahal itu perkara yang mudah kok, yuk bergerak bantu anak-anak Indonesia.

Anger Management Belajar Mengelola Dan Mengosongkan Emosi Kehidupan

Setiap orang hidup tidak terlepas dari permasalahan. Baik permasalahan dalam keluarga, bertetangga, teman, sahabat bahkan dengan diri s...