Kamis, 11 Juli 2019

Bahagianya Belanja Keperluan Dapur Murah Meriah Di Pasar Tradisional Bekasi



Setelah menjadi Ibu Rumah Tangga, banyak hal baru yang harus aku lakukan. Salah satunya belanja kebutuhan sehari-hari ke pasar tradisional. Sewaktu masih aktif kantoran, aku selalu belanja banyak seminggu sekali ke pasar induk di daerah Bekasi lumayan jauh dari rumah. 

Pasar, Pasar Tradisional, Murah, Sayur, Bumbu, Lauk Pauk, Ikan, Daging, Pasar Pagi
Pasar Baru Bekasi, Tempat aku selalu belanja kebutuhan dapur, dok.google


Pasar Baru namanya terletak dekat dengan terminal Bekasi Barat. Pasar yang selalu aku datangi di hari Sabtu pagi jam 6 pagi. Bisa dikatakan harga murah meriah itu ya di pagi hari. Kalau lewat dari jam segitu, pasar sudah sepi. 


Meskipun jarak tempuhnya agak jauh tapi aku tetap semangat berbelanja di pasar tradisional ini. Karena pasarnya lengkap dan semua kebutuhan dapur yang aku cari pasti ketemu. Dan harganya sangat murah. 


Jujur dengan harga murahnya yang selalu bikin aku ketagihan berbelanja banyak (kalau dilihat-lihat belanjaan aku sampai full di motor). Di rumah memang senangnya pada makan masakan rumah. 

Pasar, Pasar Tradisional, Murah, Sayur, Bumbu, Lauk Pauk, Ikan, Daging, Pasar Pagi
Pasar Baru Bekasi di pagi hari dipadati pembeli


Sampai aku dan mama punya kenangan berbelanja dua karung di pasar tersebut. Kebetulan Mama dan Papa datang dari Medan ke Bekasi. Otomatis penghuni rumah pun semakin ramai. Ada aku, suami, adik laki-laki, adik perempuan, abang datang dari papua, kakak ipar beserta dua keponakan. Totalnya ada sepuluh orang.


Aku dan Mama berangkat belanja dan sudah membawa uang sebanyak 500 ribu rupiah. Saat itu, Mama baru pertama kali belanja ke pasar tersebut. Sesampai di pasar, Mama langsung berbelanja. Mama kaget mendengar harga-harga sayuran yang murah meriah. Mulai dari beli :

Timun 2kg harganya 5000, 
Wortel 2kg 6000, 
Brokoli + bunga kol 6000,
Daun bawang hampir 1kg 5000, 
Buncis 1kg 4000, 
Kangkung 1 ikat besar 5000, 
Bayam 1 ikat besar 5000, 
Sawi putih + sawi hijau segambreng 5000, 
Jeruk lemon 1kg 5000, 
Bumbu dapur lengkap 5000, 
Bawang merah 1kg 15000,
Bawang putih kating 1/2kg 15000,
Cabai merah 1kg 13000,
Cabai rawit 1/4kg 3000,
Tomat 2kg 12000,
Kentang 1kg 7000,
Jagung manis 2kg 12000,
Tahu 10000,
Tempe 5000,
Terong 1kg 5000,
Ayam kampung 2 ekor 120000,
Daging B2 1kg 70000,
Ikan nila 2kg 60000,
Ikan tongkol 2 ekor 50000,
Buah-buahan rendom
Dan lain sebagainya sehabis budget.

Pasar, Pasar Tradisional, Murah, Sayur, Bumbu, Lauk Pauk, Ikan, Daging, Pasar Pagi
Segar dan murah belanja di pasar tradisional


Sisa uang belanjaan kami pun masih ada sekitar seratusan lebih. Sangking murahnya pasar tradisional juga bisa bikin kalap lho. Di Pasar Baru Bekasi ini, punya ketentuan sistem jualan juga bagi pedagang. Kebanyakan penjualnya yang punya ladang sendiri. Tanpa perantara jadi harganya jauh lebih murah. 


Nah, para penjual pun hanya dikasih jatah waktu sampai jam 7 an lho berjualan di pinggir pasar. Kalau lewat dari jam ketentuan SATPOL PP langsung mengangkut dagangan mereka ke mobil sampah atau menyuruh mengumpulkan jualannya alias tutup tidak berjualan lagi. Dan ini memang sudah kesepakan penjual dengan pemerintah setempat.


Maka dari itu penjual akan menjajakan dagangan dengan harga murah supaya cepat habis. Setidaknya tidak bawa pulang dagangan lagi ke rumah. Karena setiap hari pedagang panen sendiri dari ladangnya. Enaknya selalu fresh sayurannya dan tidak memakai pembasmi pestisida. Sehingga aman di konsumsi.

Pasar, Pasar Tradisional, Murah, Sayur, Bumbu, Lauk Pauk, Ikan, Daging, Pasar Pagi
Keadaan pasar kalau sudah di datangi satpol pp


Kasihan sih melihat para pedagang dengan menjual murah. Kalau melihat perjuangan mereka mulai dari menanam, merawat dan memanen sudah sangat bersusah payah. Sampai juala dipasar dengan harga murah pun masih saja ada orang menawar. Aku juga sih sesekali menawar kalau beli banyak.


Biasanya untuk lauk bisa stok satu minggu bahkan lebih dan sayurannya bisa lebih dari 2 minggu. Bahan-bahan masakan bisa sampai satu bulan. Itulah sebabnya aku sangat suka belanja di pasar tradisional daripada belanja di mall-mall. Merasa rugi tidak sesuai dengan yang dibayar dan belanjaan.

Pasar, Pasar Tradisional, Murah, Sayur, Bumbu, Lauk Pauk, Ikan, Daging, Pasar Pagi
Daging ayam seger


Sampai-sampai tukang parkiran bilang "Ibu jualan dimana?" Aku dan Mama langsung tertawa dan menjawab "Buat dimakan satu keluarga dong bukan buat di jual" dan Si Mas nya pun terlihat kebingungan melihat belanjaan kami.


Tidak hanya itu, tetangga se blok rumah juga heran melihat kami belanja banyak sampai 2 karung. Gile belanjanya banyak banget, kayak mau jualan sayuran di depan rumah nih Si Tika. Aku langsung jawab aja "Di rumah tukang makan semua". Habisnya murah Mama hayuk aja terus beli. Alih-alih selalu bilang stok.


Suka tertawa sendiri sih mengingat kejadian belanja sama Mama. Mana orang-orang sampai melihatin gitu bawa belanjaan banyak. Tapi tetap bersyukur dapat belanjaan murah. Sudah kebiasaan keluarga aku kalau memasak harus porsi besar dan full bumbu.


Mengingat penghuni rumah berjumlah 10 orang setiap hari Mama selalu memasak. Karena kami memang suka banget dengan masakan Mama. Dan di kami anak-anak mama juga paling suka makan sayur, kalau gak ada sayur pasti pada malas makan. Paling makan pakai lalapan timun atau tomat.


Kalau sudah belanja banyak begini kulkas pasti full banget. Aku suka menyiangi sayuran dan bumbu-bumbu. Tinggal dimasukin ke wadah kedap udara supaya tetap fresh. Jadi tinggal cuci-cuci deh saat memasak. Jadi lebih cepat dan simple.

Pasar, Pasar Tradisional, Murah, Sayur, Bumbu, Lauk Pauk, Ikan, Daging, Pasar Pagi
Keadaan pasar di pagi hari


Beneran banget deh belanja di pasar tradisional bikin hemat biaya sehari-hari. Daripada belanja di warung kecil kurang fresh dan harganya juga jauh lebih mahal. Sebagai ibu rumah tangga harus dituntut hemat dalam mengelola keuangan termasuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Ayo belanja ke pasar tradisonal.

15 komentar:

Khoirur Rohmah mengatakan...

Aku juga sering belanja di pasar mbak
Apalagi rumahku hanya beberapa meter dari rumah. Cukup jalan kaki, 5 menitan udah sampe hehheee.
Mana harrganya lebih murah dan tiap hari ada dari pagi sampe siang
Kalau di Bekasi bukanya sampe jam 7 apa nggak masih pagi bangett mbak, kasian yg penjual kalau barang dagangannya belum laku
makasih sharingnya ya mbak

Zefy Arlinda mengatakan...

Memang iya mbak, aku juga suka belanja di pasar tradisional karena harganya lebih murah. Apalagi kalau di pagi hari akhir minggu tuh ya, banyak petani yang menjual hasil cocok tanamnya langsung di pasar, otomatis harga jauh di bawah harga normal

Witri Prasetyo Aji mengatakan...

Belanja di pasar tradisional itu lengkap dan harganya murah. akan tetapi, kadang harus pakai tawar menawar, sementara aku enggak bisa tawar menawar. hehehe

Fatimah Aqila mengatakan...

Bener banget aku senang belanja ke pasar tradisional. Karena selain hemat juga melihat aktivitas pedagang di pasar itu asik kek punya kesenangan tersendiri gitu. Daripada belanja di supermarket ya cuma melihat tumpukan tumpukan rak barang saja.

Ririe Khayan mengatakan...

Pas baca nama PAsar Baru, saya pikir Pasar Baru yang di Bandung. Ternyata di Bekasi ada yang namanya Pasar Baru juga.

Baca harga-harga aneka kebutuhan sehari-hari di Pasar Baru Bekasi, kok murah buangetttt ya Mbak.
lha harga timun 2kg hanya 5K, padahal di tempat saya ini, beli timun di pasar tradisional, harga 1 Kg timun kisaran 10 K.

Apalagi cabe, 0,5 Ons saja harganya 4K.


Coba kalau deket, saya bisa kulakan di Pasar Baru ini, kemudian buka lapak jualan sayur dan teman-temannya itu.

Rani Yulianty mengatakan...

Saya pun suka kalap kalau belanja di pasar tradisional, harganya murah-murah sayurannya segar

Sugi Siswiyanti mengatakan...

Wah, belanjanya sampai dua karung ya,Mbak? Mantap kali, hahaha...Memang sih, kalo ke pasar tradisional sering kalap saking variasinya produk yg dijual ditambah harga yang murah meriah :D

Nurul Fitri Fatkhani mengatakan...

Saya kalau mau belanja yang banyak baru pergi ke pasar tradisional. Kalau untuk makan sehari-hari lebih sering belanja di warung dekat rumah.
Kebayang gimana itu yang belanja hingga dua karung ya...:))

April Hamsa mengatakan...

Wuih Mbak Tika sampai hafal harga2 di pasar gtu, sering belanja nih :D
Aku dah lama banget gak ke pasar tradisional semenjak pindah pinggiran Bogor, pdhl di Depok dulu sering, kalau di sini jauh :(
Yg paling ku suka dari pasar tradisional itu ketemu macam2 org jg suka sama transaksi yang terjadi, kyk gmn ya pokoknya gak bisa diceritakan saking banyaknya kisah dan liat berbagai perangai org, baik pedagang, maupun pembeli :D

lendyagasshi mengatakan...

Berangkatnya yang tadinya enteng mendadak jadi beurat yaa..
Belanjaan 2 karung euuii..
Puas makan enak buat seminggu niih..

Peri Hardiansyah mengatakan...

Bagus, ayo galakkan belanja ke pasar tradisional, beli belanjaan dari pedagang kecil, kalo bisa borong, borong aja, terhitung amal itu mah.

andhikamppp mengatakan...

Rutinitasku hampir tiap wiken nih. Anter istri ke pasar tradisional. Emang ngehemat banyak sih, blm lagi kesempatann buat nawar yg gak didapeting di pasar modern. Stigma negatif tetang pasae tradisional yg kotor dan kumuh pun udh lama hilang dr pikiranku. Udh jauh beda bamget sekarang mah.

@blogger_eksis mengatakan...

Kak Tika ternyata suka belanja di pasar tradisional juga toh. Aku pikir hobinya belanja di mal gitu atau supermarket dan minimarket biar kekinian*

ruziana ina mengatakan...

karena saya keluarga kecil cuma 3 orang jadi jarang banget belanja
suka beli lauk masak
karena kami cuma makan di rumah tu malam aja
jadi benar2 beli lauk tu yg habis tuk sekali makan malam

sesekali ada sih belanja di pasar
ya mmg murah banget drpd di swalayan
tp kadang lapar mata
giliran masak malas hehehe

ruziana mengatakan...

karena saya keluarga kecil cuma 3 orang jadi jarang banget belanja
suka beli lauk masak
karena kami cuma makan di rumah tu malam aja
jadi benar2 beli lauk tu yg habis tuk sekali makan malam

sesekali ada sih belanja di pasar
ya mmg murah banget drpd di swalayan
tp kadang lapar mata
giliran masak malas hehehe

Domus Revo Teknologi Baja Ringan Bangun Rumah Hanya 5 Hari

Domus, Tata Logam - Rumah atau tempat tinggal adalah tempat terbentuknya keluarga harmonis. Dibawah atap persegi empat ini tercipta si...