Senin, 20 Mei 2019

Atasi Hipertensi Dengan Deteksi CERDIK Dan PATUH Untuk Hidup Sehat


Kalau ditanya penyakit apa yang paling mengerikan dan paling ditakuti?. Saya rasa setiap orang pasti banyak mengatakan kanker, jantung, stroke, hipertensi, liver dan lain sebagainya. Menurut saya penyakit tersebut tergolong penyakit kelas kakap atau mematikan. 

Hipertensi Dengan Deteksi CERDIK Dan PATUH Untuk Hidup Sehat
Hari Hipertensi Sedunia 2019  “Know your number - Kendalikan Tekanan Darahmu Dengan Cerdik" 


Tetapi pernah gak berpikir penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) sangat berbahaya?. Dulu hipertensi pernah menyerang kedua orangtua saya. Syukur tidak sampai mengalami stroke, namun sekarang kedua orangtua sudah sehat dan normal kembali. 

Semenjak itu kedua orangtua saya sangat ketat menjaga pola makan, merubah gaya hidup di usia mereka yang sudah menua dan memperhatikan waktu istirahatnya. Terutama rutin cek dan ricek tekanan darah. Tentu berkat dukungan kami anak-anaknya mereka sehat kembali dimasa tuanya.



Apa Sebenarnya Penyakit Hipertensi itu?

Semenjak kejadian orangtua saya selalu browsing seperti apa itu hipertensi, bagaimana bisa terjadi, bagaimana solusi dan cara menanganinya. Penyakit Hipertensi menempati peringkat atas yang sangat berbahaya dan penyakit yang menghabiskan biaya cukup tinggi. 

Hipertensi Dengan Deteksi CERDIK Dan PATUH Untuk Hidup Sehat
Hipertensi dalam menyebabkan penyakit komplikasi, periksa terus tekanan darah


Hipertensi disebut juga dengan tekanan darah tinggi. Cara mengetahui hipertensi ialah dengan rajin memeriksakan tekanan darah. Untuk orang dewasa minimal memeriksakan darah setiap lima tahun sekali. Seseorang bisa dikategorikan Hipertensi, apabila tekanan darah ≥ 140 / 80 mg/dl, yaitu tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan darah saat jantung berdetak memompa darah keluar. Sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan darah saat jantung tidak berkontraksi (fase relaksasi). 


Jika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg keatas dianggap mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi. Seiring perkembangan jaman, penderita hipertensi mengalami peningkatan, data Riskesdas 2013 dan studi di puskesmas diketahui bahwa hanya sepertiga penderita hipertensi 25% yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan dan hanya 0,7% yang minum obat pada 2018 naik menjadi 34%. Perlu diketahui hipertensi tidak hanya menyerang orangtua bahkan dapat menyerang anak muda. So, harus jaga kesehatan lebih extra.



Bagaimana cara mengetahui terserang Hipertensi?

Hipertensi disebut sebagai "The Silent Killer" karena tidak menandakan keluhan. Sehingga penderita tidak mengetahui dirinya terserang hipertensi. Kebanyakan diketahui hipertensi setelah memiliki penyakit komplikasi. Menurut, dr Lusiani, SpPD, K.KV, FINASIM dari Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia, penyebab hipertensi adalah kurang kesadaran dan pengetahuan.

Hipertensi Dengan Deteksi CERDIK Dan PATUH Untuk Hidup Sehat
dr Lusiani, SpPD, K.KV, FINASIM

Banyak pertanyaan dikalangan awam kenapa bisa terjadi hipertensi?. Tentu disebabkan beberapa faktor resiko hipertensi yaitu : 

  1. Faktor resiko yang tidak dapat diubah atau sudah melekat pada penderita hipertensi yang dipengaruhi umur, jenis kelamin, dan genetik.
  2. Faktor resiko yang dapat diubah dan disembuhkan dengan menghindari tidak konsumsi alkohol, tidak merokok, obesitas, diet tinggi garam (max 5g/hari), jarang olahraga, tingkat stress yang tinggi.



Risiko hipertensi dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi yang baik dan merubah gaya hidup menjadi gaya hidup yang lebih sehat.


Beberapa bulan ini berat badan saya naik dan sudah berasa tidak nyaman. Ditambah lagi intensitas istirahat kurang dan sedikit stres. Saya pun berusaha menormalkan kembali berat badan dengan menjaga pola makan, selalu bahagia dan olahraga. 

Hipertensi Dengan Deteksi CERDIK Dan PATUH Untuk Hidup Sehat
Bacaan tekanan darah. Kenali tensi anda

Hipertensi terdiri dari dua jenis yang harus kita kenali dan pahami.
  1. Hipertensi Primer : tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas.
  2. Hipertensi Sekunder : disebabkan penyakit lain seperti kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid, ganguan kelenjar adrenal, dan sistem endoktrin.



Seperti yang saya katakan hipertensi dapat menyerang siapa saja. Maka dari itu di atas 18 tahun sebaiknya memeriksa tekanan darah. Jangan lupa kenali gejala hipertensi bisa berupa sakit kepala tidak biasanya, disertai nyeri dada, penglihatan kunang-kunang, mudah lelah dan sebagainya.


Bagaimana mengatasi Hipertensi?

Know your number - Kendalikan Tekanan Darahmu Dengan Cerdik" ini yang sangat penting kita lakukan. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak menular,  Kementrian Kesehatan, dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes, dalam rangka hari Hipertensi sedunia 2019, mengajak setiap individu perhatian terhadap faktor penyebab Hipertensi.

Hipertensi Dengan Deteksi CERDIK Dan PATUH Untuk Hidup Sehat
kika : Dr. Tunggul Situmorang, SpPD-KGH, FINASIM dan dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes


Pencegahan dan Pengobatan Hipertensi
1. Mengonsumsi makanan sehat.
2. Mengurangi konsumsi garam dan kafein.
3. Berhenti merokok.
4. Berolahraga secara teratur.
5. Menurunkan berat badan, jika diperlukan.
6. Mengurangi konsumsi minuman keras.


Kementerian Kesehatan sekarang ini memiliki tugas dan tanggungjawab memberikan edukasi pada masyarakat, dengan pemberdayaan upaya kesehatan berbasis masyarakat (Posbindu, Poslansia). Mengajak masyarakat untuk screening, mengukur tensi di luar fasilitas kesehatan, penanganan kasus dan mengobati penderita melalui :

  1. Meningkatkan promosi kesehatan melalui KIE dalam pengendalian hipertensi dengan perilaku CERDIK.
  2. Meningkatkan pencegahan dan pengendalian hipertensi berbasis masyarakat dengan self awareness melalui pengukuran tekanan darah secara rutin.
  3. Meningkatkan akses ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FTKP).
  4. Mengoptimalisasikan sistem rujukan dan mutu pelayanan.
  5. Pencegahan terhadap komplikasi hipertensi khususnya penyakit jantung dan pembuluh darah di FTKP melalui layanan terpadu.
  6. Pemberdayaan masyarakat dalam deteksi dini dan monitoring faktor resiko hipertensi melalui Posbindu PTM yang diselenggarakan di masyarakat, di tempat kerja dan institusi.



Disaat ada informasi rokok akan mengalami harga signifikan, saya merasa senang. Karena tidak ada lagi pencemaran yang merugikan bagi pasif merokok. Oleh sebab itu, Pemerintah bekerjasama dengan Pemda, menerapkan kawasan tidak bebas rokok. Mudah-mudahan terealisasi seterusnya dan kalau bisa perokok semakin hari semakin berkurang. 


Mari Hidup CERDIK

Pasti bertanya apa sih itu CERDIK?. Ketua Himpunan Hipertensi Indonesia, Dr. Tunggul Situmorang, SpPD-KGH, FINASIM, mengajak masyarakat mempraktekkan CERDIK. Menurut dokter keturunan suku Batak ini penyakit hipertensi adalah penyebab utama kematian dan biang dari semua kerusakan organ tubuh menghasilkan 9,4 juta kematian setiap tahun. So, kita harus CERDIK dan bijak menjaga kesehatan tubuh.


Nah, untuk mengendalikan tekanan darah, yuk mari kita melakukan CERDIK.
Cek tekanan darah
Enyahkan asap rokok
Rajin beraktivitas fisik
Istirahat cukup
Kelola Stres

Hipertensi Dengan Deteksi CERDIK Dan PATUH Untuk Hidup Sehat
CERDIK KemenKes


Besar harapan pemerintah kepada masyarakat untuk mendukung dan berpartisipasi upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi dengan perilaku PATUH. Dengan gerakan rutin mengontrol tekanan darah, sebagai upaya pencegahan dan langkah untuk mengurangi biaya berobat. Menerapkan hidup sehat dimulai dari keluarga. Mengendalikan faktor resiko hipertensi dengan deteksi dini dan merubah lifestyle tetap berpedoman perilaku CERDIK.

-Salam CERDIK dan PATUH-

10 komentar:

Ade UFi mengatakan...

Papa saya kena hipertensi nih, memang harus minum obat setiap hari. Saya juga sepertinya calon turunan papa. Soalnya semenjak melahirkan anak kedua, tiba2 darahnya tinggi banget. Tapi timbul tenggelam sih. Jadi ngeri.

Dyah Ummu AuRa mengatakan...

mertua saya dua tahun lalu kena stroke.. Jadi wanti-wanti paksu buat lebih aware ma hipertensi ini. sepertinya tips cerdik ini perlu saya share ma beliau.

Bunda Sugi mengatakan...

Ibu saya mengalami hiperteensi, memang agak sulit sich mengobatinya. Tentunya yang harus nggak boleh ditinggalkan adalah gaya hidup sehat. Tapi ya gitu, kadang agak susah juga menasehatinya untuk harus begini dan nggak boleh begitu, hehe ...

Melina Sekarsari mengatakan...

Menerapkan pola hidup sehat memang kudu banget, ya. Jaman sekarang penyakit sudah menyerang orang-orang usia muda. Padahal dulu nggak. Tulisan ini jadi mengingatkan aku untuk kembali rajin berolahraga.

donasaurus mengatakan...

Memasuki umur yang sekian ini,aku jadi tambah waspada dengan darah tinggi.thanks infonya Kak Tika

Selvijua31 mengatakan...

Pernah rasain hipertensi naik, sampai 190/100 di umur 34. Padahal belum ada riwayat hipertensi, dan memang ternyata pengaruh juga sama pikiran yang tidak tenang.

Taumy Alif Firman mengatakan...

Sepakat nih dengan program CERDIK, apalagi untuk Enyahkan Asap Rokok. Paling jengkel kalau ada perokok yang sembarangan buang asapnya. Hadeh

April Hamsa mengatakan...

Kebetulan kalau aku sellau darah rendah, tapi aku kenal beberapa kerabat yang punay hipertensi, emang bahaya sih. Suka keliyengan gtu. Kadang minum obat jg. Emang perlu dicegah ya mbak dengan lifestyle yg lbh baik.

galeri wisata mengatakan...

abis makan sate kambing nih kalo kebanayakan suka muyeng kepalanya, jadi saya lebih baik jaga posi makannya jgn terlalu banyak, tapi kalo udah parah ya emg harus dibantu pake obat

Ratri Anugrah mengatakan...

Eh jangan-jangan aku kena hipertensi ya :/ Soalnya habis makan sate kambing langsung lemes banget. Padahal dulu masih baik2 aja.

Diabetes Sebagai Mother of Disease, Mari Lindungi Keluarga Dari Penyakit Tidak Menular Diabetes

Diabetes - Diabetes dikenal sebagai "Mother of Disease" dan termasuk dalam kategori penyakit tidak menular. Penyakit ini sud...