Sabtu, 07 September 2019

IKAPI Mengadakan International Simposium on Education Menuju Pagelaran IIBF 2019



Gemar membaca sudah menjadi tabiat dari penggemar berburu buku. Dengan kebiasaan membaca otomatis akan menambah pembendaharaan ilmu dan pengetahuan. Seperti kata kiasan buku adalah senjata masa depan.

IIBF 2019 Simposium International
International Simposium on Education (Achieving Equitable Quality Education Through Tecnological and Pedagogical Progress) 


Dalam waktu dekat Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) akan menyelenggarakan Indonesia International Book Fair 2019 (IIBF) 2019. Pagelaran buku ini akan diadakan pada tanggal 4 sampai 8 September 2019 di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Jakarta. Pameran kali ini akan menghadirkan berbagai macam buku dari berbagai penerbit.


IKAPI sebagai asosiasi profesi penerbit satu-satunya di Indonesia yang menghimpun para penerbit buku dari seluruh Indonesia. 


Ibu Rosidayati Rozalina selaku Ketua Umum Ikapi  mengatakan bahwa "IKAPI berupaya agar pameran buku tersebut memberi manfaat sebagai ajang promosi literasi dan penjualan buku melalui buku-buku baru, best seller, impor, dan buku murah yang dapat dinikmati oleh para pengunjung."

IIBF 2019 Simposium International
Ibu Rosidayati Rozalina Ketua IKAPI, IIBF 2019 Simposium International 


Demi kelancaran acara pagelaran IIBF 2019, pada tanggal 3 September 2019 lalu diadakan International Simposium on Education (Achieving Equitable Quality Education Through Tecnological and Pedagogical Progress) yang diadakan di Kemendikbud yang dihadiri oleh narasumber lokal dan luar Indonesia. 


Adapun narasumber yang hadir di acara Simposium sebagai pembicara antara lain dari Asosiasi Penerbit Internasional (International Publishers Association/IPA), Oxford University Press, Akademisi Rhenald Khasali, Ricky Pesik selaku Wakil Kepala Bekraf dan Chandra Darusman selaku Mantan Deputi World Intellectual Property Organization (WIPO).



International Simposium on Education (Achieving Equitable Quality Education Through Tecnological and Pedagogical Progress) 


Simposium mendapat dukungan dari Kemendikbud dan Bekraf. Acarapun digelar dalam dwi lingual bahasa Indonesia dan Inggris. Pameran buku berskala internasional atau IIBF sudah menjadi berkelas internasional sejak 2014 dengan mengundang para penerbit dan guest of honour dari mancanegara. IIBF sudah digelar ke-39 di Indonesia sejak diadakan pertama kali pada tahun 1980.

IIBF 2019 Simposium International
Mendikbud Muhadjir Effendy, IIBF 2019 Simposium International 


Pada kesempatan terbaik ini Mendikbud Muhadjir Effendy membuka simposium tersebut sekaligus menjadi pembicara utama mengatakan "Sangat banyak pembicara internasional dan dari dalam negeri. Jadi tahun ini cukup kental nuansa internasionalnya, mulai dari simposium, IIBF, dan IPP."


Simposium International sebagai ajang pertemuan antara profesional penerbitan dan pakar dari mancanegara. Kehadiran IPA juga sebagai bagian dari rencana Jakarta sebagai World Book Capital City. Indonesia sedang mengalami pertumbuhan di industri literasi dunia sejak terciptanya momentum yang signifikan sebagai Guest of Honour dalam Frankfurt Book Fair 2015.

IIBF 2019 Simposium International
Narasumber International Simposium on Education IIBF 2019

IIBF 2019 juga diwarnai dengan program perdagangan hak cipta antara penulis dan penerbit dari berbagai negara, yakni Indonesia Partnership Program (IPP). IPP dan Simposium Internasional terhadap kemajuan tentang pendidikan. Tujuan diselenggarakannya IPP untuk membuat Indonesia menjadi sumber dan pusat pemasaran hak cipta terjemahan (copyright) di dunia internasional. 


Tujuannya untuk membuat Indonesia menjadi pusat pemasaran hak cipta terjemahan (copyright) di dunia. IPP ini mendorong terjadinya transaksi antara penerbit Indonesia dan mancanegara. Dengan begitu, IIBF tidak hanya menjual buku dari penerbit kepada masyarakat, tetapi juga menjadi pusat transaksi hak cipta terjemahan dari penerbit lokal ke dunia internasional.


Itulah pentingnya edukasi seminari Simposium Internasional terhadap pendidikan, pengaruh teknologi terhadap pendidikan saat ini, dan penggunaan hak cipta. Program ini akan membawa kerjaasama penerbit Indonesia dengan penerbit mancanegara. Jadi IIBF tidak hanya konvensional menerbitkan dan menjual buku dari penerbit ke masyarakat, tapi juga jadi pusat transaksi hak cipta terjemahan dari penerbit lokal ke dunia internasional.

IIBF 2019 Simposium International
Andreas Baer, International Publishers Association, International Simposium on Education 

Dukungan Kemendikbud dan Bekraf Hal baru lainnya pada IIBF kali ini yaitu simposium yang mendapat dukungan dari Kemendikbud dan Bekraf. Supaya setiap menulis dan pengarang yang gemar menulis untuk mendapatkan insentif khusus kepada para pembeli hak cipta potensial dari luar neger yang akan hadir dan melakukan transaksi di IIBF. 


Prof. Rhenald Kasali seorang penulis, akademisi dan pebisnis mengatakan bahwa "IIBF 2019 diharapkan menjadi pintu menuju pasar global bagi peserta dari Indonesia, sedangkan bagi peserta dari negara lain bisa menjadi akses untuk memasuki pasar di Asia Tenggara. Di samping itu, pameran buku berskala internasional ini pun bisa menjadi ajang pertemuan bagi para pelaku industri kreatif sehingga bukan sekadar book fair, melainkan book affair."

IIBF 2019 Simposium International
Prof. Rhenald Kasali seorang penulis, akademisi dan pebisnis, International Symposium On Education 



Indonesia Intenational Book Fair (IIBF) 2019

IIBF 2019 akan dibanjiri pameran dan penjualan buku, ada berbagai kegiatan yang digelar, misalnya transaksi hak cipta, diskusi, lomba untuk anak-anak, serta interaksi antara para aktivis literasi seperti penerbit, penulis, pustakawan, seniman, budayawan, pelaku pendidikan, dan industri kreatif lainnya." Acara tahunan yang sangat banyak sharing ilmu nih ya.


IPP dan simposium internasional memberi insentif khusus kepada para pembeli hak cipta potensial dari luar neger yang akan hadir dan melakukan transaksi di IIBF 2019 dengan target sebanyak 45 penerbit akan mengikuti program, yang terdiri dari 15 penerbit untuk paket Gold, 15 penerbit untuk paket Silver, dan 15 penerbit untuk paket Bronze. 

IIBF 2019 Simposium International
International Symposium On Education

Momentum ini harus dimanfaatkan dengan menjadi tuan rumah dalam industri kreatif yang bertujuan menciptakan lebih banyak lagi nilai tambah bagi perekonomian negara kita dalam industri penerbitan. IIBF ini jadi upaya kita bersama untuk mengembangkan industri penerbitan dan perbukuan, serta kemajuan literasi Indonesia ke depan. 


#IIBF2019

Tidak ada komentar:

Kriya Nusa 2019 Ajang Pameran Kerajinan Tangan Nusantara, Ayo Dukung Karya Terbaik Para Perajin Indonesia!

Seberapa Indonesia kah kamu? Pertanyaan ini aku dengar ketika menghadiri sebuah acara Temu Netizen #KriyaNusa2019 dengan tema &q...